Dalam membaca arah inflasi Amerika Serikat, pelaku pasar sering berhadapan dengan dua indikator penting, yaitu Consumer Price Index (CPI) dan Core Personal Consumption Expenditures Price Index (Core PCE). Keduanya sama-sama mengukur perubahan harga yang dibayar konsumen, tetapi memiliki cakupan, metode perhitungan, dan fungsi yang berbeda. Karena itu, CPI dan Core PCE tidak selalu bergerak dengan angka yang sama meskipun sama-sama menggambarkan tekanan inflasi.
Apa Itu CPI?
Consumer Price Index (CPI) adalah indikator yang mengukur perubahan harga dari sekumpulan barang dan jasa yang secara umum dikonsumsi oleh rumah tangga. Beberapa komponennya mencakup makanan, energi, tempat tinggal, transportasi, layanan kesehatan, pakaian, hingga berbagai jasa lainnya.
CPI biasanya menjadi salah satu indikator inflasi yang paling cepat mendapatkan perhatian pasar karena memberikan gambaran langsung mengenai perubahan biaya hidup konsumen. Ketika CPI meningkat lebih tinggi dari perkiraan, pasar dapat menilai bahwa tekanan inflasi masih kuat. Sebaliknya, CPI yang melambat dapat memberikan sinyal bahwa proses penurunan inflasi atau disinflasi sedang berlangsung.
Namun, CPI cukup sensitif terhadap perubahan harga komponen yang volatil seperti energi dan makanan. Kenaikan tajam harga minyak, misalnya, dapat dengan cepat mendorong CPI naik meskipun tekanan harga di sektor lainnya relatif terkendali.
Apa Itu Core PCE Price Index?
Core Personal Consumption Expenditures Price Index atau Core PCE juga mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Perbedaannya, indikator ini mengeluarkan komponen makanan dan energi karena harga kedua kelompok tersebut cenderung sangat berfluktuasi.
Dengan menghilangkan makanan dan energi, Core PCE dianggap mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tekanan inflasi yang mendasari perekonomian atau “underlying inflation”.
Core PCE juga memiliki cakupan konsumsi yang lebih luas. Indikator ini dapat memasukkan pengeluaran yang dilakukan untuk konsumen tetapi tidak selalu dibayar langsung oleh konsumen tersebut. Contohnya adalah sebagian pengeluaran layanan kesehatan yang dibayarkan oleh perusahaan, program pemerintah, atau pihak ketiga.
Inilah salah satu alasan mengapa pergerakan Core PCE dapat berbeda dengan CPI.
Perbedaan Utama CPI dan Core PCE
Secara sederhana, perbedaannya dapat dilihat dari beberapa sisi
Pertama, cakupan harga : CPI berfokus pada barang dan jasa yang dibeli langsung oleh konsumen, sedangkan PCE memiliki cakupan konsumsi yang lebih luas.
Kedua, makanan dan energi : CPI utama atau headline CPI tetap memasukkan makanan dan energi. Sementara Core PCE secara khusus mengeluarkan kedua komponen tersebut agar tren inflasi dasar lebih mudah terlihat.
Ketiga, bobot pengeluaran : CPI menggunakan bobot berdasarkan pola belanja konsumen yang diperbarui secara berkala. PCE menggunakan metode yang lebih fleksibel sehingga dapat menangkap perubahan perilaku konsumen ketika masyarakat mengganti barang yang mahal dengan alternatif yang lebih murah.
Sebagai contoh, ketika harga daging sapi meningkat tajam dan masyarakat mulai membeli lebih banyak ayam, perubahan pola konsumsi tersebut dapat lebih cepat tercermin dalam perhitungan PCE.
Keempat, sumber data : CPI diterbitkan oleh Bureau of Labor Statistics (BLS), sementara PCE Price Index merupakan bagian dari data pendapatan dan pengeluaran masyarakat yang diterbitkan oleh Bureau of Economic Analysis (BEA).
Mengapa The Fed Lebih Memperhatikan PCE?
Walaupun CPI mendapatkan perhatian besar dari investor, Federal Reserve menggunakan PCE Price Index sebagai ukuran utama dalam menilai target inflasinya.
Target inflasi jangka panjang The Fed berada di sekitar 2% berdasarkan PCE, bukan CPI. Sementara itu, Core PCE sering digunakan oleh pelaku pasar untuk melihat apakah tekanan inflasi yang mendasar masih kuat atau mulai mereda.
Alasannya, PCE memiliki cakupan yang lebih luas dan bobot konsumsi yang lebih fleksibel. Hal ini membuat PCE dinilai lebih mampu menggambarkan perubahan nyata dalam perilaku belanja masyarakat.
Meski demikian, bukan berarti CPI tidak penting. CPI tetap sangat diperhatikan karena biasanya dirilis lebih awal dan dapat memberikan petunjuk awal mengenai arah inflasi sebelum data PCE keluar.
Bagaimana Dampaknya terhadap Pasar?
Jika CPI lebih tinggi dari perkiraan, pasar biasanya mulai memperhitungkan kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Imbal hasil obligasi AS dan dolar dapat memperoleh dukungan, sementara emas berpotensi mendapatkan tekanan.
Sebaliknya, CPI yang lebih rendah dari perkiraan dapat meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar. Kondisi tersebut umumnya berpotensi menekan dolar dan yield obligasi sehingga memberikan ruang penguatan bagi emas.
Namun, Core PCE dapat menjadi konfirmasi yang lebih penting terhadap arah kebijakan The Fed. Jika CPI turun tetapi Core PCE masih tinggi, bank sentral kemungkinan belum akan terlalu yakin bahwa inflasi telah benar-benar terkendali.
Sebaliknya, apabila CPI, Core CPI, dan Core PCE secara konsisten menunjukkan perlambatan, keyakinan bahwa tekanan inflasi sedang mereda dapat semakin kuat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan peluang kebijakan suku bunga yang lebih longgar.
Kesimpulan
CPI dan Core PCE sama-sama mengukur inflasi, tetapi keduanya melihat tekanan harga dari sudut yang berbeda.
CPI lebih menggambarkan perubahan biaya hidup yang dirasakan langsung konsumen, sehingga sangat sensitif terhadap harga makanan, energi, dan tempat tinggal.
Sementara itu, Core PCE lebih banyak digunakan untuk membaca tren inflasi dasar dan menjadi salah satu indikator penting dalam pertimbangan kebijakan The Fed.
Sederhananya:
CPI = bagaimana harga yang dirasakan konsumen berubah.
Core PCE = bagaimana tekanan inflasi dasar berkembang setelah pengaruh makanan dan energi yang volatil dikeluarkan.
Bagi trader, CPI dapat menjadi sinyal awal yang cepat menggerakkan pasar, sedangkan Core PCE sering menjadi konfirmasi penting untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed.(mrv)
